Minggu, 22 November 2015

Karang Taruna Panen Ikan, Warga Serbu Bazar Ikan Murah



RANDUDONGKAL – Warga Desa Mejagong Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang berduyun-duyun mendatangi sungai di pusat listrik tenaga micro hidro (PLTMH) dalam acara gebyar bazar ikan murah yang diselenggarakan karang taruna sabanusa pada, minggu(22/11).

Para warga menyambut dengan antusias penyelenggaraan bazar ikan murah ini, mereka mengaku senang bisa membeli ikan dengan harga yang relatif terjangkau. Salah satunya disampaikan Siti (45) “adanya bazar ikan murah ini saya merasa senang, disamping kita bisa membeli ikan dengan harga yang murah juga kita mendapat kupon undian, jadi kalau beruntung nanti bisa dapat hadiah.” Katanya.

Dedi selaku Panitia penyelenggara menyempaikan, “ tujuan kegiatan bazar ikan murah seperti ini iya sebagai bentuk sumbangsih pada masyarakat untuk menyediakan kebutuhan protein ikan berupa ikan bawal, ikan tawes, ikan mas, ikan mujaer dan lele dengan harga terjangkau, 17.500/kilo. Juga dalam panen yang pertama ini sebagai promosi pada masyarakat luas mengenai potensi sumberdaya air yang kita miliki ini. ” Ungkapnya.

Menurutnya Dalam acara tersebut juga disediakan kupon doorprize dengan tiga hadiah utama yaitu satu unit sepeda motor, satu unit kulkas dan satu unit tv 21 inch juga hadiah hiburan lain, “ untuk memeriahkan acara, kita sediakan kupon, tapi untuk bisa mengikuti undian terlebih dahulu harus membeli 2 kilo ikan, nanti hadiah utamanya sepeda motor, kulkas dan tv.” jelasnya.

Ia menambahkan, Selain dari doorprize, juga disuguhkan hiburan rakyat berupa orkes dangdut dan ditampilkan stand penjualan jajanan produk asli dari desa mejagong yang menjual jajanan berupa jenang, gemblong, wajik, orog-orog, rengginang, gethuk, jalabia, pincukan, ondol-ondol, sego jagung, awul-awul, srabi dan blendung.

Dengan diselenggaranya bazar ikan murah tersebut, Dedi berharap desanya semakin ramai dikunjungi, kebutuhan akan protein hewani untuk masyarakat bisa terpenuhi, serta sebagai ajang untuk kegiatan positif karangtaruna dalam memanfaatkan sumberdaya air yang melimpah untuk budidaya ikan.

Kamis, 19 November 2015

Masih Ingat dengan 10 Pemainan Ini..?


Kalau mengingat masa kecil pasti kebayang dengan masa masa bermain, nah masih pada ingat dengan permainan waktu kecil?. Kalau lupa ini dia 10 permainan tradisional yang pernah eksis tempo dulu di Kabupaten pemalang dan sekitarnya. Yuk mari bernostalgia kemasa kecil.
1.       Jongring (Egrang)
Jongring atau lebih dikenalnya dengan enggrang ini merupakan permainan dengan dua tongkat bambu yang dibuat untuk berjalan, cara bermainya bisa adu cepat atau adu menjatuhkan lawan.
2.       Kelereng
Permainan ini sangat identik dengan mainannya anak laki-laki, dimana permainannya mengincar kelereng yang dipasang dalam garis untuk mengeluarkannya dan juga mengincar kelereng lawan. Pemenangnya bagi yang paling banyak mengumpulkan kelereng.
3.       Karetan
Kalau ini yang sering main anak perempuan, cara bermainnya melompati tali karet yang dipegang dua anak dengan tidak boleh menyentuh tali atau tersangkut kalau sampai tersangkut maka tidak bisa main lagi dan menggantikan megang tali.



4.       Oglong

Permainan dengan cara melompati kotak dengan satu kaki ini sangat membutuhkan keseimbangan, peraturan mainnya tidak boleh menyentuh garis sampai kembali kegaris akhir.
5.       Samparan



Cara bermainnya diawali dengan gambreng, yang kalah akan menjaga tumpukan genting agar tidak di sampar (ditendang) para pemain kemudian melemparkan bola ke salah satu pemain. Kalau bola sampai mengenai pemain, maka sipemain harus gantian jaga tumpukan genting. Kalau tidak mengenai dan tumpukan genting tersampai maka dia jadi jaga lagi. Begitu seterusnya.
6.       Gobag sodorr
Terdiri dari dua tim yaitu tim penyerang dan tim penjaga masing masing tim terdiri dari 2 sampai 5 orang, dimana tim penyerang berusaha melewati garis yang dijaga tanpa tersentuh bagian tubuhnya. Jika salah seorang dari tim penyerang tersentuh maka tim penyerang kalah dan harus gantian jaga namun jika berhasil sampai garis akhir dan kembali ke garis awal maka tim penyerang dinyatakan menang.
7.       Bekel
Permainan ini sangat identik dengan mainannya anak perempuan, terdiri dari bola bekel yang terbuat dari karet dan biji bekel dari kuningan. Dimana cara mainya biji dan bola bekel dilambungkan secara bersamaan lalu biji bekel yang berserakan ditata dengan sisi yang sama tanpa bola bekel yang menyentuh punggung tangan atau berlarian kemana mana.
8.       Lodong (Meriam bambu)

Nah kalau meriam bambu ini seringnya dimainkan anak anak desa kala bulan puasa sambil nunggu waktu berbuka. Terbuat dari batang bambu yang dilubangi tengahnya dan sedikit lubang dipangkal batangnya adapun bahan peledak bisa dari minyak tanah karbit atau pun spirtus dan tentunya api.
9.       Congklak
Dimainkan oleh dua anak yang saling berhadapan secara bergantian, paling sering dimainkan anak perempuan. Papan congklak ini berisi 14 lubang kecil dan 2 lubang besar, setiap lubang kecil diisi dengan tujuh buah biji dengan mengambil biji dari salah satu lubang  begitu seterusnya.
10.   Bantanan (Panggalan)
             
Permainan yang biasa dimainkan anak laki-laki ini cara mainya dengan diadu satu sama lain, diawali dengan adu lamanya berputar sambil nyanyi “tung tung grung kayu nangka kayu angrung monine mbok senggrung”. Yang berputar paling lama itu yang jadi raja sedangkan bantan (panggalan) yang berhenti paling awal itu yang kalah, kemudian  bantan yang kalah diambar oleh bantan yang berhenti setelahnya sampai yang terakhir bantan yang menjadi raja.
Itulah 10 permainan tradisional yang pernah eksis di kabupaten pemalang.Semoga bemanfaat,


Rabu, 18 November 2015

Road Show Bupati di Pemalang Selatan



PEMALANG – Bupati Pemalang H. Junaedi, SH, MM melakukan road show diwilayah Pemalang selatan yaitu di Kecamatan Bantarbolang dan Kecamatan Moga, dalam kunjungannya, bupati pemalang meninjau pembangunan dan mendatangi berbagai macam acara pada selasa (17/11).

Kunjungn pertama di Desa Wanarata Kecamatan Bantarbolang untuk menghadiri undangan pelantikan pejabat kepala desa serta penyerahan hadiah lomba siskamling. Adapun berikutnya kunjungan lebih banyak dilakukan di Kecamatan Moga.

Setibanya di Moga, pertama bupati mengunjungi Balai Desa Banyumudal untuk memberikan bimbingan dan motivasi serta penyerahan bantuan bagi keluarga miskin berupa santunan dan memberikan bantuan kambing ternak. “niki pak weduse sampun kulo serahaken, dirumat nggih. Sampun disade, ken manak riyin. “ (ini pak kambingnya sudah saya serahkan, dirawat ya. Jangan dijual, suruh beranak dulu). Pesan Bupati Junaedi pada warga penerima bantuan.

Selanjutnya Junaedi beserta rombongan menuju SMA Negeri 1 Moga untuk memberikan bantuan beasiswa dalam acara sosialisasi ujian nasional. “alhamdulillah, saya merasa senang atas bantuan beasiswanya semoga bisa untuk melanjutkan pendidikan kedepannya, terimakasih khususnya untuk pemalang yang telah memberikan ini semua.” Ungkap Siti Nur Khofifah (17) salah satu penerima beasiswa.

Acara berlanjut di PTPN Semugih untuk memberikan pembinaan dan apel para danton limnas desa/kelurahan se-kabupaten pemalang, dalam hal ini bupati memberikan arahan pada anggota limnas untuk menjaga keamanan dan perlindungan terdepan dimasyarakat, mengingat dalam waktu dekat ini akan diselenggarakan pilkada serentak 9 desember nanti.

Bupati beserta rombongan menuju desa sima untuk meninjau jalan yang baru saja selesai diaspal, warga antusias menyambut kedatangan bupati lantas berjabatangan. Salah seorang warga merasa senang dengan kunjungan bupati ke desanya, “sangat senang sekali bisa mendapat kunjungan dari pa bupati, juga merasa senang karena kurang lebih 20 tahun menunggu akhirnya sekarang jalannya sudah diaspal.” Ungkap Rohidi (58)

Yang terakhir mengunjungi desa gendoang dan desa pepedan untuk menyerahkan secara simbolik sertifikat tanah dari BPN, dan diakhiri dengan kunjungan ke para ustadz dan kiyai serta ziarah.

Guru SD Dilantik Jadi Pejabat Kepala Desa, Ini Dia Kisahnya.



BANTARBOLANG – Masyarakat Desa Wanarata Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang menunjuk dan mengangkat Siswono yang tak lain seorang guru olahraga SD sebagai pejabat kepala desa lantaran kepala desa sebelumnya meninggal dunia, Selasa(17/11). 

Saat ditemui, Siswono mengaku tak menyangka dirinya akan ditunjuk sebagai pejabat kepala desa untuk mengisi kekosongan dipemerintahan desa, “ tentunya ini sejarah yah buat saya, karena sebelumnya saya kan pernah mencalonkan diri sebagai kepela desa bareng almarhum, tapi nda jadi, mungkin baru sekarang saya bisa mendapatkan kesempatan itu.” Ungkapnya setelah pelantikan di kantor kepala desa.

 Namun menurutnya, ia ditunjuk sebagai pejabat kepala desa lantaran dalam perjalanan kades sebelumnya dipanggil oleh yang kuasa, sehingga perwakilan dari Desa dan BPD memutuskan untuk memilihnya sebagai pejabat kepala desa demi mengisi kekosongan kepala desa di wanarata.

Tentunya setelah dilantik sebagai pejabat kepala desa, ia akan melanjutkan dan memaksimalkan program-program yang belum terselesaikan “kami tentunya akan melanjutkan, menyempurnakan dan memaksimalkan apa yang belum selesai selama ini,”

Guru olahraga ini juga akan menambahkan program yang menjadi prioritasnya, “untuk program prioritas saya kedepan tentunya saya lebih dulu akan membenahi interen dari pemerintahan desa sendiri, biar kondusip, terbuka dan tidak ada suudzan, jadi saya akan melakukan transparansi segala macam keuangan dipemerintahan desa wanarata.” Pungkasnya.

Suswono berharap setelah dilantik dia bisa mengemban amanah dengan baik serta kedepannya apa yang belum terselesaikan bisa diselesaikan dan dimaksimalkan pembangunan di desa wanarata dalam pemerintahan yang dia emban.

Sabtu, 14 November 2015

Ini Penjelasan Logis, Alasanya Sholat dan Berdo'a Menghadap Kiblat.



Pernahkah kita berfikir mengapa kita sholat harus menghadap arah kiblat (ka’bah),  dalam berdoa juga kita dianjurkan untuk menghadap kiblat, serta thawaf juga mengelilingi ka’bah?. Bagaimana bisa seperti itu, mari kita ikuti ulasannya secara ilmiah.

Menurut Imam Al-Ghozali dalam buku “agar keinginan cepat terkabul”  hlm. 160-162 menjelaskan bahwa sesungguhnya energi sholat dan doa itu naik ke langit melalui ka’bah. Dalam teori “kaidah tangan kanan” maka akan kita temukan bahwa arah gerakan energi itu melawan arah jarum jam. Jika jarum jam berputar kekanan, maka gerak energi berputar ke kiri. Teori diatas sama dengan praktek ibadah thawaf. Orang bergerak dengan jalan berputar dan berlawanan dengan arah jarum jam.
 
Sholat dan doa merupakan pemujaan terhadap Alloh Swt yang merupakan sarana hubungan harmonis antara sang pencipta dengan mahlukNya, hubungan tersebut bisa terwujud manakala solat dan doa kita mengeluarkan energi, pikiran dan hati yang khusuk. Mengingat hukum kekekalan bahwa energy tidak dapat dimusnahkan tetapi hanya berubah bentuk. Pertanyaannya, kemanakah energi sholat dan doa kita?

Energi sholat dan doa baik individu maupun jamaah dari seluruh dunia itu terkumpul dan terakumulasi di ka’bah setiap saat. Karena bumi berputar, maka sholat dari seluruh dunia tidak terhenti dalam 24 jam mengingat setiap daerah memiliki selisih waktu yang berbeda beda contoh ketika di Bandung waktu shalat dzuhur maka di makasar sudah solat ashar, begitu seterusnya hingga 24 jam penuh setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.


Energi yang terkumpul di ka’bah itu kemudian diputar dengan generator oleh orang orang yang sedang thawaf dalam jamaah umrah/haji dimekah yang dalam satu hari tidak ditentuka waktunya itu. kemudian energi itu naik ke langit melalui cerobong yang dimulai di ka’bah. Dengan begitu energy sholat dan doa kita tidak berhenti di ka’bah saja melainkan naik ke langit dan terus berjalan selama sampai tidak ada manusia yang shalat dan thawaf lagi.